PADANG — Lembaga Dipintarin menggelar Sumatra Barat Policy Forum 2026 bertajuk “Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo” di Kota Padang, Minggu (25/10/2026). Forum tersebut membahas evaluasi pembangunan dan arah kebijakan di Sumatra Barat, dengan perhatian pada pemerataan akses serta peningkatan kualitas pendidikan.
Mengusung perspektif pemuda, forum menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat hingga kesiapan sumber daya manusia di daerah.
Konselor Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Julia Eva Putri, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas.
“Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun SDM berkualitas. Namun, tantangan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses dan kualitas pembelajaran, tetapi juga kesejahteraan guru, pembentukan karakter siswa, serta kesehatan mental anak,” kata Julia dalam forum tersebut.
Julia menekankan pentingnya penguatan layanan konseling, pendidikan karakter, dan pencegahan perundungan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman serta mendukung tumbuh kembang anak.
Peserta forum juga menyoroti bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari jumlah lulusan, nilai rapor, atau banyaknya program yang berjalan. Pendidikan perlu mendorong keterampilan nyata, kemampuan berpikir kritis, penguatan literasi dan numerasi, serta kecakapan siswa menghadapi tantangan zaman.
Perhatian juga diarahkan pada pemerataan akses dan fasilitas belajar di Sumatra Barat, terutama bagi sekolah yang menghadapi keterbatasan sarana, kekurangan tenaga pendidik, maupun hambatan geografis dan sosial-ekonomi.
Forum mendorong peningkatan kualitas pendidikan disertai dukungan nyata bagi pendidik, antara lain melalui pelatihan yang aplikatif, peningkatan kesejahteraan, dan pengurangan beban administrasi yang tidak esensial.
“Pendidikan karakter, pencegahan perundungan, dan penguatan layanan konseling harus terintegrasi dalam perencanaan kebutuhan pendidikan nasional maupun daerah,” tegas Julia.
Melalui forum tersebut, pembenahan pendidikan di Sumatra Barat diharapkan berjalan berkelanjutan dengan dukungan data yang akurat, transparansi anggaran, dan evaluasi terukur. Upaya itu dinilai penting untuk mendukung lahirnya generasi yang unggul secara akademik dan memiliki karakter kuat.



















